Hingga kamu pun melihatku sebagai lelaki impianmu. Ak dengan percaya diri mendekatimu. Dan benar saja
Tanpa banyak kata, kaupun langsung menerima ajakanku untuk menari berdansa menikmati musik bersamaku. Hingga malam pun larut, engkau terus mengajakku bersama melewati malam itu.
Selama aku mengenalmu, baru kali ini aku melihatmu berbeda. Kita telah banyak minum malam ini "ujarku". Tpi "katamu" Malam ini adalah pestaku, ak bebas untuk melakukan apa saja. Apalagi aku bertemu denganmu, lelaki impianku yang sering ak bayangkan di setiap novel yang aku baca. Hufhh....seandainya km nyata bisa kumiliki "gumamnya". Aku yang sudah terlanjur keren, semakin bangga dengan penampilanku. Apakah kamu suka laki2 seperti ku? "tanyaku". Aku suka, tapi aku tidak yakin dengan perasaanku. Karena sebenarnya ada seseorang yang sudah aku yakini tentang perasaanku juga padanya. Tpi sayangnya dia belum tau.
Dia siapa???.
Dia tidak datang malam ini, "jawabnya". Ak ngga tau mengapa dia tidak datang, pdhal undangan pestaku sudah kuberikan sendiri padanya. Tpi gapapa... ak ngga marah, karena aku tau pribadinya. Dia bukan tipe laki2 yang suka keramaian. Mgkin dia akan datang jika undangannya hanya antara aku dan dia.
Sejak kapan kamu suka dia??.
Setiap hari...Setiap kali dia menatapku di dalam kelas saat aku berbicara dengan teman2 yang lain. Dia punya tatapan yang berbeda dan aku suka itu. Dan yang membuatku meyakini perasaannku padanya adalah aku pernah lancang membuka tasnya saat jam istirahat. Ak menemukan buku kecil dalam tasnya, yang bertuliskan namaku dan perasaannya untukku. Hampir setiap pekan dia selalu merangkum perasaannya dan ditulis di buku itu.
(Ak terdiam)..... karena akulah yang dimaksud!
Heii....heii.knpa bengong? Emang km kenal dia??? Udahh... ngga usah dipikirin, ayoo minum lgi.
Apkah kamu tidak suka laki2 sepertiku, aku kan lelaki impianmu?
Setiap hari...Setiap kali dia menatapku di dalam kelas saat aku berbicara dengan teman2 yang lain. Dia punya tatapan yang berbeda dan aku suka itu. Dan yang membuatku meyakini perasaannku padanya adalah aku pernah lancang membuka tasnya saat jam istirahat. Ak menemukan buku kecil dalam tasnya, yang bertuliskan namaku dan perasaannya untukku. Hampir setiap pekan dia selalu merangkum perasaannya dan ditulis di buku itu.
(Ak terdiam)..... karena akulah yang dimaksud!
Heii....heii.knpa bengong? Emang km kenal dia??? Udahh... ngga usah dipikirin, ayoo minum lgi.
Apkah kamu tidak suka laki2 sepertiku, aku kan lelaki impianmu?
(Haha).... "dia tertawa".
Kamu memang lelaki impianku, tapi perasaanku ini sudah aku berikan padanya. Kamu lebih baik berada dalam mimpiku saja. Karena bagiku, lelaki sepertimu adalah sempurna dan hanya ada dalam kisah2 yang ditulis di buku fiksi, tidak dikenyataan. Sebab, kenyataan pasti berbeda dengan imajinasi seseorang. Ak tidak mau dan tidak ingin kehilangan kesempurnaanmu dalam dunia nyataku.
Lantass... Bagaimana caranya km suka dengan seseorang yang bahkan belum pernah menyatakan perasaannya secara langsung padamu??
Sambil merem karena kebnyakan minum, dia menejwab "Aku ngga tau, selain tatapannya. mungkin karena perasaanya yang dirasahasiakan itulah yang membuatku suka padanya".
Ak msih pgin minum lgi, bisa ambilkan minuman untukku!!
Ngga!!! "kataku", km sudah habis bnyak.
Sekarang sudah jm 11.30 malam, teman2 sudah banyak yang pulang. Aku juga ngga mungkin disini terus.
Dia pun bangkit, berjalan sambil sempoyongan "ak ingin tidur di kamar" katanya.
Ak pun lgsung berdiri dan menuntunnya ke kamar. Menuju ke kamar dengan melewati teman2nya yang sudah terkapar kehilangan kesadaran di ruang pesta.
Sesampainya di kamar, ak menidurkannya di tempat tidur dan memberikannya selimut. Sambil memegang tanganku dia berkata "terima kasih malam ini, kembalilah ke rak buku dalam kepalaku".
Iyaa.... terima kasih juga karena telah mencintaiku "ucapku lirih".
Diapun tersenyum..... dan sesaat dia mengucapkan nama seseorang dan akhirnya tertidur.
Aku pun tersenyum dan beranjak meninggalkan tempat tidurnya, menutup pintu dengan perlahan.
Dalam perjalanan pulang, aku bertemu dengan lelaki tua yang memberiku minuman ajaib tadi. Dia bertanya "apa yang kau rasakan?". Kacau "jawabku". Apa yang kau inginkan sekarang?.
Aku ingin menjadi diriku sendiri.
Oke..silahkan pulang, tidurlah. Dan besuk pagi kamu akan mendapati dirimu kembali. Lelaki tua itupun pamit pergi, dan akupun berjalan pulang.
Benar saja, pagipun tiba dan aku telah menjadi diriku kembali.
.
Tiba hari senin, ak berangkat ke kampus dengan membayangkan bertemu denganmu. Ak berjanji pada diriku, aku akan mengungkapkan perasaanku padamu.
Di dalam kelas, ak mendapati kelas masih sepi dan ak tidak melihatmu. Mgkin kamu belum datang "pikirku". Kuputuskan untuk duduk di kursi koridor depan kelas.
15 menit berlalu, akhirnya kamu datang berjalan bersama teman2mu. Kita sudah saling bertatapan dari jauh, kadang juga membuang penglihatan kita. Dan tiba saat kamu berjalan di hadapanku (dengan gugup dan perasaan berkecamuk), ak langsung berdiri dan memegang tanganmu. Aku berkata, ikut aku sebentar!. Kaupun dengan sedikit ragu mengatakan "kemana?". Ke taman belakang kampus "kataku". Lalu kita berjalan, meninggalkan kelas dan teman2mu yang terheran.
Sesampainya di belakang kampus, aku mengajakmu duduk dan bersebelahan di tempat duduk taman. Aku memberanikan diri menatapmu dari dekat dan aku bilang "maaf jika aku membuatmu menunggu, tapi *I love U...Nida* ). Kamu pun menatapku diam. Tak lama kau pun mengikatkan tanganmu ke tanganku, bersandar di bahuku dan berkata "i love U too... Marino". Ak sudah menantikan ini sejak lama, dan hari ini akhirnya kamu mengatakannya, terima kasih yaa"katamu".
Maaf jika baru sekarang aku mempunyai keberanian untuk mengatakannya.
Iyaa... gapapa. Ak tau.
Hmm...jdi apakah mulai besuk ak bisa menjemputmu untuk berangkat kuliah bareng dan kemana mana bersama?
He emb..... 😊
.
#Fin #db
#unknown
Kamu memang lelaki impianku, tapi perasaanku ini sudah aku berikan padanya. Kamu lebih baik berada dalam mimpiku saja. Karena bagiku, lelaki sepertimu adalah sempurna dan hanya ada dalam kisah2 yang ditulis di buku fiksi, tidak dikenyataan. Sebab, kenyataan pasti berbeda dengan imajinasi seseorang. Ak tidak mau dan tidak ingin kehilangan kesempurnaanmu dalam dunia nyataku.
Lantass... Bagaimana caranya km suka dengan seseorang yang bahkan belum pernah menyatakan perasaannya secara langsung padamu??
Sambil merem karena kebnyakan minum, dia menejwab "Aku ngga tau, selain tatapannya. mungkin karena perasaanya yang dirasahasiakan itulah yang membuatku suka padanya".
Ak msih pgin minum lgi, bisa ambilkan minuman untukku!!
Ngga!!! "kataku", km sudah habis bnyak.
Sekarang sudah jm 11.30 malam, teman2 sudah banyak yang pulang. Aku juga ngga mungkin disini terus.
Dia pun bangkit, berjalan sambil sempoyongan "ak ingin tidur di kamar" katanya.
Ak pun lgsung berdiri dan menuntunnya ke kamar. Menuju ke kamar dengan melewati teman2nya yang sudah terkapar kehilangan kesadaran di ruang pesta.
Sesampainya di kamar, ak menidurkannya di tempat tidur dan memberikannya selimut. Sambil memegang tanganku dia berkata "terima kasih malam ini, kembalilah ke rak buku dalam kepalaku".
Iyaa.... terima kasih juga karena telah mencintaiku "ucapku lirih".
Diapun tersenyum..... dan sesaat dia mengucapkan nama seseorang dan akhirnya tertidur.
Aku pun tersenyum dan beranjak meninggalkan tempat tidurnya, menutup pintu dengan perlahan.
Dalam perjalanan pulang, aku bertemu dengan lelaki tua yang memberiku minuman ajaib tadi. Dia bertanya "apa yang kau rasakan?". Kacau "jawabku". Apa yang kau inginkan sekarang?.
Aku ingin menjadi diriku sendiri.
Oke..silahkan pulang, tidurlah. Dan besuk pagi kamu akan mendapati dirimu kembali. Lelaki tua itupun pamit pergi, dan akupun berjalan pulang.
Benar saja, pagipun tiba dan aku telah menjadi diriku kembali.
.
Tiba hari senin, ak berangkat ke kampus dengan membayangkan bertemu denganmu. Ak berjanji pada diriku, aku akan mengungkapkan perasaanku padamu.
Di dalam kelas, ak mendapati kelas masih sepi dan ak tidak melihatmu. Mgkin kamu belum datang "pikirku". Kuputuskan untuk duduk di kursi koridor depan kelas.
15 menit berlalu, akhirnya kamu datang berjalan bersama teman2mu. Kita sudah saling bertatapan dari jauh, kadang juga membuang penglihatan kita. Dan tiba saat kamu berjalan di hadapanku (dengan gugup dan perasaan berkecamuk), ak langsung berdiri dan memegang tanganmu. Aku berkata, ikut aku sebentar!. Kaupun dengan sedikit ragu mengatakan "kemana?". Ke taman belakang kampus "kataku". Lalu kita berjalan, meninggalkan kelas dan teman2mu yang terheran.
Sesampainya di belakang kampus, aku mengajakmu duduk dan bersebelahan di tempat duduk taman. Aku memberanikan diri menatapmu dari dekat dan aku bilang "maaf jika aku membuatmu menunggu, tapi *I love U...Nida* ). Kamu pun menatapku diam. Tak lama kau pun mengikatkan tanganmu ke tanganku, bersandar di bahuku dan berkata "i love U too... Marino". Ak sudah menantikan ini sejak lama, dan hari ini akhirnya kamu mengatakannya, terima kasih yaa"katamu".
Maaf jika baru sekarang aku mempunyai keberanian untuk mengatakannya.
Iyaa... gapapa. Ak tau.
Hmm...jdi apakah mulai besuk ak bisa menjemputmu untuk berangkat kuliah bareng dan kemana mana bersama?
He emb..... 😊
.
#Fin #db
#unknown